Budaya Korea Gimjang, Hari Membuat Kimchi yang Butuh Hingga Ratusan Ton Sawi Putih - HALLYU STORY - One-stop Fun and Readable Contents for Millennials who Enjoy All About Korea

Hottest

Post Top Ad

Post Top Ad

Beriklan di Sini

Saturday, February 2

Budaya Korea Gimjang, Hari Membuat Kimchi yang Butuh Hingga Ratusan Ton Sawi Putih

Kimchi Festival 2018 di Seoul (kredit foto: Yonhap News via Korea.net)

HALLYU-STORY.COM - Seiring dengan dikenalnya K-pop di Indonesia, segala hal tentang Korea pun kian menjadi sorotan. Tak hanya sekedar soal drama atau filmnya saja, acara hiburan, makanan, hingga budaya pun kini makin menarik warga Indonesia. Warga Indonesia bahkan berbondong-bondong buat berlibur ke Korea Selatan untuk sekedar mengenal lebih jauh tentang negeri Ginseng tersebut. Fakta tentang kehidupan di Korea Selatan pun menjadi hal yang menarik buat disimak oleh warga negara asing termasuk Indonesia. 

Salah satu makanan khas Korea yang menarik perhatian adalah kimchi. Kimchi dikenal sebagai makanan tradisional Korea yang kini bahkan telah digemari oleh warga Indonesia. Kamu salah satunya?

Turun Temurun Kenalkan Budaya Makan Kimchi

Well, kimchi sendiri merupakan sejenis acar yang dibuat dengan bahan dasar sayur yang difermentasikan setelah digarami dan diberi bumbu pedas. Kimchi biasanya dibuat dengan sawi putih. Namun sebenarnya tak hanya sawi putih saja yang dibuat, tapi lobak juga bisa jadi salah satu bahan pembuat kimchi sebagai pengganti sawi putih. 

Di Korea, makan kimchi merupakan salah satu budaya makanan di Korea yang dikenalkan secara turun temurun kepada anak cucu mereka lho. Kimchi selalu dihidangkan pada saat makan sebagai banchan (makan pendamping). Bahkan kimchi juga sering digunakan sebagai bumbu sewaktu masak, contohnya kimchi jjigae (sup kimchi) dan kimchi bokkeumbap (nasi goreng kimchi). 

Budaya makan kimchi ini pun membuat warga Korea selalu menyimpan kimchi dalam lemari pendingin mereka agar nggak kehabisan. Bahkan mereka punya lemari khusus kimchi agar dapat menyimpan lebih banyak kimchi untuk persediaan mereka selama beberapa bulan bahkan tahun.

Berkumpul di Hari Membuat Kimchi

Banyaknya konsumsi kimchi inilah yang membuat warga Korea juga mempunyai tradisi membuat kimchi yang disebut Gimjang (김장). Lebih sederhananya, Gimjang dikenal sebagai Hari Membuat Kimchi. Tak hanya sebagai sebuah tradisi untuk menyiapkan makanan untuk musim dingin, Gimjang juga merupakan ucapan rasa syukur karena telah melewatkan satu tahun dengan selamat dan awal memulai kehidupan tahun yang baru. 

Nggak disangka, saat musim dingin datang, membuat kimchi merupakan waktu yang tepat bagi warga Korea untuk membuat kimchi lho. Biasanya Gimjang dimulai pada awal bulan November sampai pertengahan Desember dimana di waktu-waktu ini dipilih pada hari cerah ketika angin dingin bertiup. Setiap anggota keluarga berkumpul untuk bergotong royong di Hari Membuat Kimchi ini. Bahkan, tetangga satu kampung pun kadang juga berkumpul untuk membuat kimchi bareng lho. 

Uniknya, Gimjang ini tak hanya membutuhkan beberapa buah sawi putih saja lho. Tradisi Gimjang selalu mempersiapkan hingga 200 sawi putih (atau lobak) setiap musimnya di setiap keluarga, tentunya tergantung dari banyaknya setiap anggota keluarga ya. Saking banyaknya kimchi yang akan dibuat, mereka sampai membutuhkan hingga 3 hari untuk mempersiapkan bahan-bahan di hari membuat kimchi ini. Bahkan setengah tahun lalu mereka telah menanam bahan-bahan yang akan digunakan untuk Gimjang. Kimchi ini nantinya diperkirakan cukup untuk dimakan hingga musim semi tahun berikutnya (sekitar Mei - April).

Gimjang Dilakukan Sejak Puluhan Tahun Lalu

Gimjang di tahun 1950-an. (kredit foto: Arsip Nasional Korea Selatan via Korea.net)
Seperti dilansir dari Korea.net, Gimjang bahkan sudah menjadi tradisi sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Berdasarkan arsip Nasional, tercatat Gimjang telah dilakukan oleh masyarakat Korea di tahun 50-an! Di tahun 1977 juga terlihat bagaimana penampakan Gimjang market di Yongsan. Ratusan ton sawi putih ataupun lobak menggunung di pasar tersebut. Bahkan di sekitaran tahun 60-an juga dibuat sebuah video yang menjelaskan bagaimana cara membuat gimjang (kimchi dalam jumlah banyak).

Hingga kini Gimjang masih mendarah daging dalam diri masyarakat Korea agar budaya makan kimchi mereka pun juga tetap terjaga. Hal ini dibuktikan diadakannya Kimchi Festival yang setiap tahunnya diadakan di Seoul City Hall. Dalam acara tersebut, ribuan warga Korea berkumpul untuk membuat kimchi. 

Seperti dilansir dari ABC News, lebih dari 2000 orang berkumpul di Seoul untuk mengikuti Seoul Kimchi Festival di bulan November lalu. Ini merupakan tahun ke-5 festival membuat kimchi bersama ini diselenggarakan. Tahun ini mereka mengumpulkan total 165 ton kimchi yang kemudian mereka donasikan dan berikan kepada yang membutuhkan. Bahkan festival ini juga masuk dalam Guinness record! Keren ya kan?

Gimjang Masuk dalam Warisan Budaya UNESCO

Oh ya, Gimjang juga telah masuk dalam daftar warisan budaya UNESCO (UNESCO Intangible Cultural Heritage of Humanity). Sehingga nantinya Gimjang akan terus menjadi tradisi dan budaya yang terus dilakukan oleh masyarakat Korea dan dikenal oleh turis mancanegara sebagai salah satu identitas negara. 

Buatku Gimjang dan makan kimchi ini jadi salah satu tradisi maupun budaya yang menarik karena Gimjang bisa menjadi satu cara agar mereka nggak lepas dari kebiasaan makan masakan tradisional Korea. Selain itu, Gimjang bisa membuat masyarakat Korea tetap saling bergotong royong dan mempererat kesatuan. Kecintaan dan bentuk mempertahankan kimchi sebagai salah satu identitas Korea pun dibuktikan dengan dibuatnya Museum Kimchi Pulmuone. Museum ini terdapat di Seoul di mana 187 jenis kimchi mulai dari era Dinasti Goryeo hingga modern.

Jenis dan Cara Membuat Kimchi

Kimchi masuk dalam daftar makanan tersehat di dunia menurut Health Magazine. Hal ini terbukti karena manfaat kimchi begitu berpengaruh bagi kesehatan. Kimchi terbuat dari berbagai jenis sayuran yang mengandung kadar serat makanan yang tinggi dan rendah kalori. Kimchi juga kayak vitamin, membantu pencernaan dan bahkan memungkinan dapat mencegah kanker lho. 

Kimchi tak hanya satu jenis saja lho, bahkan seperti dilansir dari CNN Indonesia, kimchi mempunyai 200 varian kimchi. Beberapa yang banyak dikenal yakni Ggakdugi yang merupakan kimchi berbahan utama lobak yang dipotong berbentuk kubus. Ada juga Oisobagi yang merupakan kimchi ketimun, serta Kkaennip yang dibuat dari daun perilla. 

Kebanyakan kimchi dibuat dari sawi putih dan lobak yang dicampur dengan bawang putih, cabai merah, daun bawang, cumi-cumi, tiram, atau makanan laut lainnya serta ditambah dengan campuran jahe, garam, dan gula. Lebih lengkap untuk cara membuat kimchi bisa ditonton di bawah ini ya. 


Terakhir nih fakta unik soal kimchi, setiap tahunnya masyarakat Korea Selatan mengonsumsi 8kg kimchi setiap orangnya lho. Well, siapa nih yang suka banget sama kimchi? Bagaimana menurutmu budaya makan kimchi dan tradisi Gimjang? Oh ya, kalau di Indonesia ada yang tahu budaya serupa dengan ini? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya!   


Artikel ini ditulis oleh Mita Anandayu yang dirangkum dari berbagai sumber pada hari Selasa, 1 Januari 2019 pukul 14.56 WIB sebagai #SahabatKorea (Social Media Support of Embassy Republic Korea in Indonesia ) untuk Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia dengan tema bulan Januari: Di antara berbagai macam unsur kebudayaan Korea, apa yang ingin kamu kenalkan kepada temanmu?

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad